• 首页
  • 单位概况
    • 单位简介
    • 组织机构
    • 现任领导
    • 单位文化
    • 地理位置
  • 领导关怀
  • 科学研究
    • 科研平台
    • 科研成果
    • 科研进展
  • 成果转化
    • 工程技术研究中心
    • 成果转移转化
  • 人才队伍
    • 人才概况
    • 创新团队
    • 研究生培养
    • 专家库
  • 合作交流
    • 国内交流
    • 国际交流
  • 党建工作
    • 廉政建设
    • 创新文化
    • 党建动态
  • 政策制度
    • 政策制度
当前位置:首页 » 媒体报道 » 详细
【安塔拉通讯社】Dari Maluku ke Hainan, daun pandan jalin aroma Indonesia-China
作者:新华社 来源:香料饮料研究所 日期:2026-09-20

      【转载说明】近日,新华社印尼专线刊发专题报道《从马鲁古到海南,斑兰叶编织印尼—中国香气纽带》,该报道由印度尼西亚唯一的国家通讯社安塔拉通讯社采用发布。报道以斑兰叶为纽带,生动展现了中印尼两国在热带农业领域的深厚渊源与科技合作,重点介绍了香饮所自20世纪80年代起开展斑兰叶种质资源收集保存、选育“粽香斑兰”优良品系、攻克组培快繁技术、研发专用有机肥、开展毒理试验并推动海南省食品安全标准发布等科研攻关历程,以及斑兰叶从归侨餐桌走向规模化种植、助力万宁打造“中国斑兰之乡”的产业振兴实践。现将原文转载如下:Dari Maluku ke Hainan, daun pandan jalin aroma Indonesia-China

Budidaya daun pandan di Hainan, China. ANTARA/XINHUA.

Haikou (ANTARA) - Di Indonesia, daun pandan dikenal sebagai "jiwa hijau" dapur. Beberapa lembar daun pandan yang digunakan dalam kue lapis, ketan, atau hidangan penutup dingin sudah cukup untuk memberikan aroma khas yang mengingatkan pada wangi nasi yang dibungkus menggunakan daun bambu.

Tidak banyak orang mengetahui bahwa daun istimewa yang berasal dari Kepulauan Maluku itu kini tumbuh subur ribuan kilometer jauhnya di Hainan, China selatan.

Sejak tahun 1950-an, warga China perantauan yang kembali dari Indonesia dan berbagai wilayah lainnya menetap di Xinglong, sebuah kawasan di Wanning, Provinsi Hainan, serta membawa tradisi kuliner berbahan dasar pandan ke daerah tersebut.

"Ketika masih kecil, kami selalu menanam beberapa pohon pandan di halaman. Setiap kali membuat kue Nyonya atau memasak kari, kami tinggal memetik beberapa lembar. Aroma itu adalah aroma rumah," kenang Liang Jinhua, warga China perantauan yang kembali menetap di Xinglong.

Keluarga Liang membuka Restoran Indonesia Isana di Xinglong. Pada Februari 2023, restoran tersebut memperoleh sertifikasi sebagai "Restoran Pelestari Cita Rasa Kuliner Indonesia" dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Guangzhou.

Kue lapis salah satu kuliner olahan berbahan daun pandan. ANTARA/XINHUA

Bagi Liang, pandan bukanlah sekadar bahan masakan, melainkan juga benang budaya yang menghubungkan para warga China yang telah kembali dari perantauan dengan tanah leluhur dan tanah air kedua mereka.

Dukungan kebijakan juga menjadi faktor penting. Sebelumnya, pandan tidak tercantum dalam katalog nasional bahan pangan yang disetujui di China, dan produk olahan pandan sempat ditarik dari pasaran setelah adanya laporan terkait belum tersedianya standar yang berlaku.

Namun, selama empat hingga lima dekade pertama setelah ditanam di Hainan, budi daya pandan hanya dilakukan secara terpencar dalam skala kecil dan tidak pernah berkembang menjadi industri yang sesungguhnya.

Perubahan terjadi berkat adanya inovasi ilmiah. Sejak tahun 1980-an, Institut Penelitian Rempah dan Minuman di bawah Akademi Ilmu Pertanian Tropis China (Chinese Academy of Tropical Agricultural Sciences/CATAS) mulai mengumpulkan serta melestarikan sumber daya plasma nutfah pandan, hingga akhirnya berhasil mengembangkan varietas unggul bernama "Zongxiang Banlan" yang dikenal memiliki aroma kuat.

Ji Xunzhi, seorang peneliti di institut tersebut, menjelaskan bahwa pandan tidak menghasilkan bunga maupun buah dan hanya dapat diperbanyak melalui tunas akar. Selama ini, rendahnya tingkat kelangsungan hidup bibit menjadi kendala utama dalam budi daya skala besar.

Tim peneliti berhasil mengatasi kendala tersebut dengan mengembangkan teknik perbanyakan cepat berbasis kultur jaringan untuk menyediakan bibit yang sehat dan seragam. Mereka juga mengembangkan pupuk organik khusus guna meningkatkan intensitas aroma daun, serta melakukan uji toksikologi secara menyeluruh guna memberikan dasar ilmiah bagi keamanan pangan.

Dua peneliti Akademi Ilmu Pertanian Tropis China (Chinese Academy of Tropical Agricultural Sciences/CATAS) mengamati daun pandan. ANTARA/XINHUA

Dukungan kebijakan juga menjadi faktor penting. Sebelumnya, pandan tidak tercantum dalam katalog nasional bahan pangan yang disetujui di China, dan produk olahan pandan sempat ditarik dari pasaran setelah adanya laporan terkait belum tersedianya standar yang berlaku.

Hal lain yang juga patut diperhatikan adalah semakin eratnya pertukaran di bidang pertanian antara Hainan dan Indonesia. Pada April tahun ini, delegasi dari Universitas Hainan mengunjungi Indonesia untuk mendorong kerja sama secara aktif melalui Aliansi Universitas Kawasan Tropis.

Pada 2023, standar keamanan pangan daerah Hainan untuk pandan tersebut mulai resmi berlaku, menjadikan Hainan sebagai satu-satunya provinsi di China yang saat ini memperbolehkan produksi dan pengolahan pangan berbahan dasar pandan secara legal.

Cai Duhao, kepala Biro Pertanian dan Urusan Pedesaan Kota Wanning, mengatakan bahwa pemerintah setempat telah menyusun rencana khusus pengembangan industri yang berfokus pada "selembar daun pandan", serta memberikan berbagai insentif, termasuk subsidi untuk metode tumpang sari di bawah tegakan hutan, dengan tujuan menjadikan Wanning sebagai "Kampung Pandan China".

Selain itu, Wanning juga berencana membangun jalur penting untuk memperluas industri pandan ke berbagai wilayah China sekaligus menghubungkannya dengan pasar luar negeri.

Saat ini, luas lahan budi daya pandan di Hainan telah mencapai sekitar 2.000 hektare. Nanqiao di Kota Wanning sendiri memiliki sekitar 300 hektare lahan pandan, menjadikannya sebagai basis budi daya pandan terbesar yang terkonsentrasi di pulau tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, teh lemon pandan dan kopi pandan kian populer di pasaran, sementara produk mi pandan, kue, deterjen, aromaterapi, hingga tanaman hias yang berbahan dasar atau berkaitan dengan pandan terus bermunculan. Bahkan, muncul ungkapan "segala sesuatu bisa dipadukan dengan pandan" di kalangan industri.

Spesimen daun pandan yang diteliti di Akademi Ilmu Pertanian Tropis China (Chinese Academy of Tropical Agricultural Sciences/CATAS). ANTARA/XINHUA

Hal lain yang juga patut diperhatikan adalah semakin eratnya pertukaran di bidang pertanian antara Hainan dan Indonesia.

Pada April tahun ini, delegasi dari Universitas Hainan mengunjungi Indonesia untuk mendorong kerja sama secara aktif melalui Aliansi Universitas Kawasan Tropis

Pada Juli lalu, delegasi ekonomi dan perdagangan Hainan mengunjungi Jakarta untuk menggelar dan menghadiri Simposium Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan China (Hainan)-Indonesia, dengan sektor pertanian menjadi salah satu bidang utama yang dibahas.


Dalam beberapa tahun terakhir, CATAS juga telah menjalin kerja sama dengan Universitas Brawijaya di Indonesia untuk melakukan penelitian bersama mengenai pengendalian hama dan penyakit tanaman tropis.

Sebagai tanaman yang telah lama digunakan di Indonesia untuk keperluan pangan dan obat-obatan, perkembangan industri pandan di Hainan menjadi gambaran nyata pertukaran serta pembelajaran bersama antara kedua negara di bidang pertanian tropis.

Perjalanan daun pandan melintasi laut merupakan kisah nyata tentang pewarisan budaya masyarakat China perantauan, sekaligus menjadi kekuatan inovasi ilmiah dan dukungan kebijakan. Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang terjalin melalui selembar daun hijau sederhana ini pun terus berjalan semakin erat.


Penerjemah: Xinhua
Editor: Gilang Galiartha

报道链接:https://www.antaranews.com/berita/5708068/dari-maluku-ke-hainan-daun-pandan-jalin-aroma-indonesia-china

  • 中国热带农业科学院香料饮料研究所 © 2016 版权所有 All Rights Reserved.
  • 地址:海南省万宁市兴隆香料饮料研究所
  • 电话:0898-62556083
  • 传真:0898-62561083|62554418
  • 邮编:571533
办公系统 财务内控系统 电子邮箱 花粉数据库
  • 首页
  • 单位概况
    • 单位简介
    • 组织机构
    • 现任领导
    • 单位文化
    • 地理位置
  • 领导关怀
  • 科学研究
    • 科研平台
    • 科研成果
    • 科研进展
  • 成果转化
    • 工程技术研究中心
    • 成果转移转化
  • 人才队伍
    • 人才概况
    • 创新团队
    • 研究生培养
    • 专家库
  • 合作交流
    • 国内交流
    • 国际交流
  • 党建工作
    • 廉政建设
    • 创新文化
    • 党建动态
  • 政策制度
    • 政策制度

新闻中心

  • 媒体报道
  • 公告
  • 科研平台
  • 新闻动态
  • 招聘
  • 学术
  • 科研动态
当前位置:>首页>媒体报道

【安塔拉通讯社】Dari Maluku ke Hainan, daun pandan jalin aroma Indonesia-China

  作者: 新华社   来源: 香料饮料研究所  发表时间: 2026-09-20   点击: 我要分享

      【转载说明】近日,新华社印尼专线刊发专题报道《从马鲁古到海南,斑兰叶编织印尼—中国香气纽带》,该报道由印度尼西亚唯一的国家通讯社安塔拉通讯社采用发布。报道以斑兰叶为纽带,生动展现了中印尼两国在热带农业领域的深厚渊源与科技合作,重点介绍了香饮所自20世纪80年代起开展斑兰叶种质资源收集保存、选育“粽香斑兰”优良品系、攻克组培快繁技术、研发专用有机肥、开展毒理试验并推动海南省食品安全标准发布等科研攻关历程,以及斑兰叶从归侨餐桌走向规模化种植、助力万宁打造“中国斑兰之乡”的产业振兴实践。现将原文转载如下:Dari Maluku ke Hainan, daun pandan jalin aroma Indonesia-China

Budidaya daun pandan di Hainan, China. ANTARA/XINHUA.

Haikou (ANTARA) - Di Indonesia, daun pandan dikenal sebagai "jiwa hijau" dapur. Beberapa lembar daun pandan yang digunakan dalam kue lapis, ketan, atau hidangan penutup dingin sudah cukup untuk memberikan aroma khas yang mengingatkan pada wangi nasi yang dibungkus menggunakan daun bambu.

Tidak banyak orang mengetahui bahwa daun istimewa yang berasal dari Kepulauan Maluku itu kini tumbuh subur ribuan kilometer jauhnya di Hainan, China selatan.

Sejak tahun 1950-an, warga China perantauan yang kembali dari Indonesia dan berbagai wilayah lainnya menetap di Xinglong, sebuah kawasan di Wanning, Provinsi Hainan, serta membawa tradisi kuliner berbahan dasar pandan ke daerah tersebut.

"Ketika masih kecil, kami selalu menanam beberapa pohon pandan di halaman. Setiap kali membuat kue Nyonya atau memasak kari, kami tinggal memetik beberapa lembar. Aroma itu adalah aroma rumah," kenang Liang Jinhua, warga China perantauan yang kembali menetap di Xinglong.

Keluarga Liang membuka Restoran Indonesia Isana di Xinglong. Pada Februari 2023, restoran tersebut memperoleh sertifikasi sebagai "Restoran Pelestari Cita Rasa Kuliner Indonesia" dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Guangzhou.

Kue lapis salah satu kuliner olahan berbahan daun pandan. ANTARA/XINHUA

Bagi Liang, pandan bukanlah sekadar bahan masakan, melainkan juga benang budaya yang menghubungkan para warga China yang telah kembali dari perantauan dengan tanah leluhur dan tanah air kedua mereka.

Dukungan kebijakan juga menjadi faktor penting. Sebelumnya, pandan tidak tercantum dalam katalog nasional bahan pangan yang disetujui di China, dan produk olahan pandan sempat ditarik dari pasaran setelah adanya laporan terkait belum tersedianya standar yang berlaku.

Namun, selama empat hingga lima dekade pertama setelah ditanam di Hainan, budi daya pandan hanya dilakukan secara terpencar dalam skala kecil dan tidak pernah berkembang menjadi industri yang sesungguhnya.

Perubahan terjadi berkat adanya inovasi ilmiah. Sejak tahun 1980-an, Institut Penelitian Rempah dan Minuman di bawah Akademi Ilmu Pertanian Tropis China (Chinese Academy of Tropical Agricultural Sciences/CATAS) mulai mengumpulkan serta melestarikan sumber daya plasma nutfah pandan, hingga akhirnya berhasil mengembangkan varietas unggul bernama "Zongxiang Banlan" yang dikenal memiliki aroma kuat.

Ji Xunzhi, seorang peneliti di institut tersebut, menjelaskan bahwa pandan tidak menghasilkan bunga maupun buah dan hanya dapat diperbanyak melalui tunas akar. Selama ini, rendahnya tingkat kelangsungan hidup bibit menjadi kendala utama dalam budi daya skala besar.

Tim peneliti berhasil mengatasi kendala tersebut dengan mengembangkan teknik perbanyakan cepat berbasis kultur jaringan untuk menyediakan bibit yang sehat dan seragam. Mereka juga mengembangkan pupuk organik khusus guna meningkatkan intensitas aroma daun, serta melakukan uji toksikologi secara menyeluruh guna memberikan dasar ilmiah bagi keamanan pangan.

Dua peneliti Akademi Ilmu Pertanian Tropis China (Chinese Academy of Tropical Agricultural Sciences/CATAS) mengamati daun pandan. ANTARA/XINHUA

Dukungan kebijakan juga menjadi faktor penting. Sebelumnya, pandan tidak tercantum dalam katalog nasional bahan pangan yang disetujui di China, dan produk olahan pandan sempat ditarik dari pasaran setelah adanya laporan terkait belum tersedianya standar yang berlaku.

Hal lain yang juga patut diperhatikan adalah semakin eratnya pertukaran di bidang pertanian antara Hainan dan Indonesia. Pada April tahun ini, delegasi dari Universitas Hainan mengunjungi Indonesia untuk mendorong kerja sama secara aktif melalui Aliansi Universitas Kawasan Tropis.

Pada 2023, standar keamanan pangan daerah Hainan untuk pandan tersebut mulai resmi berlaku, menjadikan Hainan sebagai satu-satunya provinsi di China yang saat ini memperbolehkan produksi dan pengolahan pangan berbahan dasar pandan secara legal.

Cai Duhao, kepala Biro Pertanian dan Urusan Pedesaan Kota Wanning, mengatakan bahwa pemerintah setempat telah menyusun rencana khusus pengembangan industri yang berfokus pada "selembar daun pandan", serta memberikan berbagai insentif, termasuk subsidi untuk metode tumpang sari di bawah tegakan hutan, dengan tujuan menjadikan Wanning sebagai "Kampung Pandan China".

Selain itu, Wanning juga berencana membangun jalur penting untuk memperluas industri pandan ke berbagai wilayah China sekaligus menghubungkannya dengan pasar luar negeri.

Saat ini, luas lahan budi daya pandan di Hainan telah mencapai sekitar 2.000 hektare. Nanqiao di Kota Wanning sendiri memiliki sekitar 300 hektare lahan pandan, menjadikannya sebagai basis budi daya pandan terbesar yang terkonsentrasi di pulau tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, teh lemon pandan dan kopi pandan kian populer di pasaran, sementara produk mi pandan, kue, deterjen, aromaterapi, hingga tanaman hias yang berbahan dasar atau berkaitan dengan pandan terus bermunculan. Bahkan, muncul ungkapan "segala sesuatu bisa dipadukan dengan pandan" di kalangan industri.

Spesimen daun pandan yang diteliti di Akademi Ilmu Pertanian Tropis China (Chinese Academy of Tropical Agricultural Sciences/CATAS). ANTARA/XINHUA

Hal lain yang juga patut diperhatikan adalah semakin eratnya pertukaran di bidang pertanian antara Hainan dan Indonesia.

Pada April tahun ini, delegasi dari Universitas Hainan mengunjungi Indonesia untuk mendorong kerja sama secara aktif melalui Aliansi Universitas Kawasan Tropis

Pada Juli lalu, delegasi ekonomi dan perdagangan Hainan mengunjungi Jakarta untuk menggelar dan menghadiri Simposium Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan China (Hainan)-Indonesia, dengan sektor pertanian menjadi salah satu bidang utama yang dibahas.


Dalam beberapa tahun terakhir, CATAS juga telah menjalin kerja sama dengan Universitas Brawijaya di Indonesia untuk melakukan penelitian bersama mengenai pengendalian hama dan penyakit tanaman tropis.

Sebagai tanaman yang telah lama digunakan di Indonesia untuk keperluan pangan dan obat-obatan, perkembangan industri pandan di Hainan menjadi gambaran nyata pertukaran serta pembelajaran bersama antara kedua negara di bidang pertanian tropis.

Perjalanan daun pandan melintasi laut merupakan kisah nyata tentang pewarisan budaya masyarakat China perantauan, sekaligus menjadi kekuatan inovasi ilmiah dan dukungan kebijakan. Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang terjalin melalui selembar daun hijau sederhana ini pun terus berjalan semakin erat.


Penerjemah: Xinhua
Editor: Gilang Galiartha

报道链接:https://www.antaranews.com/berita/5708068/dari-maluku-ke-hainan-daun-pandan-jalin-aroma-indonesia-china

(责任编辑:sbriadmin)

Copyright 2017 版权所有 中国热带农业科学院-香料饮料研究所

地址:海南省万宁市兴隆香料饮料研究所 邮编:571533

电话:0898-62556083 传真:0898-62561083|62554418

备案:琼ICP备10000545号-3